Maandag 08 April 2013





DAFTAR ISI




DAFTAR ISI  ………………………………………………………………………………….
PENGERTIAN MATERIAL  KERAMIK   …………………………………………….........
SIFAT-SIFAT MATERIAL KERAMIK  …………………………………………………….      
a.       Sifat termal…………………………………………………………………………
b.      Sifat mekanik………………………………………………………………………
c.       Sifat elektrik……………………………………………………………………….
d.      Sifat optik………………………………………………………………………….
e.       Sifat kimia………………………………………………………………………….
f.       Sifat fisik…………………………………………………………………………..
JENIS-JENIS KERAMIK…………………………………………………………………….
a.       Traditional creramics……………………………………………………………….
b.      Ceramic engineering ……………………………………………………………….
c.       Glass ceramic ………………………………………………………………………..
BAHAN-BAHAN MATERIAL KERAMIK……………………………………………………
a.       Mineral……………………………………………………………………………..
b.      Oksida sederhana……………………………………………………………………..
c.       Oksida komplek dan silikat…………………………………………………………
d.      Non oksida…………………………………………………………………………
e.       Penambah (additives) ………………………………………………………………
TEKNIK PEMEROSESAN KERAMIK……………………………………………………..
KESIMPULAH……………………………………………………………………………….
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………….







DAFTAR PUSTAKA





Daswarman.Serial Material Teknik Dasar Dasar Pemilihan Bahan




























Buku Dictionary of Art yang ditulis Bernard S. Myers menyatakan bahwa, kata keramik berasal dari bahasa Yunani Kuno yaitu “keramos” yang berarti tanah liat (Myers, 1969:429). Dictionary of Art tulisan Mills J.F.M. menyebutkan bahwa kata keramik berasal dari bahasa Gerika yaitu kata “keramikos” yang berarti benda–benda yang terbuat dari tanah liat; yang merupakan suatu istilah umum untuk studi seni dari pottery dalam arti kata yang luas, termasuk segala macam bentuk benda  yang terbuat dari tanah liat dan dibakar serta mengeras oleh api ( Mills, 1965:39). Ruth Lee, dalam bukunya yang berjudul Exploring The World of Pottery menjelaskan bahwa istilah Yunaniuntuk kata keramik ialah “keramos” yang berasal dari kata “keramikos” suatu daerah di Athena di sekitar pintu gerbang Dypilon tempat tinggal kebanyakan kaum perajin tanah liat, dimana mereka juga bekerja dan menjual keramik (Ruth Lee, 1971:25). Ditelusuri lebih jauh oleh para peneliti, ditemukan bahwa sebenarnya “keramos” itu merupakan nama salah satu dewa di Yunani.Encyclopedia of The Arts menjelaskan bahwa di dalam mitologi Yunani, “Keramos”, adalah putra Dewi Ariaduc (Ariadne) dengan Dewa Baccus, yang merupakan dewa pelindung para pembuat keramik (Runes, 1946:151). Seperti telah diketahui bahwa orang Yunani juga sangat percaya kepada banyak dewa (lihat mitologi Yunani), dimana setiap jenis pekerjaan atau kegiatan yang berhubungan dengan kebutuhan manusia ada dewa-dewanya yang diharapkan selalu dapat membantu serta melindunginya.

Keramik tradisional
Keramik tradisional yaitu keramik yang dibuat dengan menggunakan bahan alam, seperti kuarsa, kaolin, dll. Yang termasuk keramik ini adalah: barang pecah belah (dinnerware), keperluan rumah tangga (tile, bricks), dan untuk industri (refractory).
[sunting]Keramik halus
Fine ceramics (keramik modern atau biasa disebut keramik teknik, advanced ceramic, engineering ceramic, techical ceramic) adalah keramik yang dibuat dengan menggunakan oksida-oksida logam atau logam, seperti: oksida logam (Al2O3, ZrO2, MgO,dll). Penggunaannya: elemen pemanas, semikonduktor, komponen turbin, dan pada bidang medis. (Joelianingsih, 2004)
[sunting]Sifat Keramik


a)    Traditional creramics, bahan keramik yang berasal dari umum, bahan baku alami seperti mineral tanah liat dan pasir kuarsa. Melalui proses industri yang telah dipraktekkan dalam beberapa bentuk selama berabad-abad, bahan ini dibuat menjadi produk akrab seperti peralatan makan cina, batu bata dan genteng tanah liat, abrasive industri dan lapisan tahan api, dan semen portland. Artikel ini menjelaskan karakteristik dasar dari bahan baku yang biasa digunakan dalam keramik tradisional, dan survei proses umum yang diikuti dalam pembuatan benda keramik yang paling tradisional. Dari survei pembaca dapat dilanjutkan ke artikel yang lebih rinci pada masing-masing jenis produk keramik, link yang disediakan pada akhir artikel ini.

b) Ceramic engineering adalah ilmu dan teknologi untuk menciptakan benda dari anorganik, bahan non-logam. Hal ini dilakukan baik oleh aksi panas, atau pada suhu yang lebih rendah menggunakan reaksi pengendapan dari larutan kimia kemurnian tinggi. Istilah ini mencakup pemurnian bahan baku, studi dan produksi senyawa kimia yang bersangkutan, pembentukan mereka menjadi komponen-komponen dan studi, komposisi struktur dan sifat.

c) Glass ceramic terbagi banyak properti dengan kedua gelas dan keramik. Kaca-keramik memiliki fase amorf dan fase kristalin satu atau lebih dan diproduksi oleh "kristalisasi terkontrol" disebut kontras dengan kristalisasi spontan, yang biasanya tidak diinginkan dalam pembuatan kaca. Kaca-keramik biasanya memiliki antara 30% [m / m] dan 90% [m / m] kristalinitas dan menghasilkan array dari bahan dengan sifat termomekanis menarik.

Glass Ceramic yang sebagian besar diproduksi dalam dua langkah: Pertama, kaca terbentuk oleh proses pembuatan kaca. Gelas didinginkan dan kemudian dipanaskan pada langkah kedua. Dalam perlakuan panas kaca sebagian mengkristal. Dalam kebanyakan kasus apa yang disebut agen nukleasi ditambahkan dengan komposisi dasar-kaca keramik. Nukleasi ini agen bantuan dan mengontrol proses kristalisasi. Karena biasanya tidak ada menekan dan sintering, kaca-keramik memiliki, tidak seperti keramik disinter, tidak ada pori-pori.
b)    Keramik tradisional
c)     Keramik tradisional yaitu keramik yang dibuat dengan menggunakan bahan alam, seperti kuarsa, kaolin, dll. Yang termasuk keramik ini adalah: barang pecah belah (dinnerware), keperluan rumah tangga (tile, bricks), dan untuk industri (refractory).
d)    Keramik halus
e)     Fine ceramics (keramik modern atau biasa disebut keramik teknik, advanced ceramic, engineering ceramic, techical ceramic) adalah keramik yang dibuat dengan menggunakan oksida-oksida logam atau logam, seperti: oksida logam (Al2O3, ZrO2, MgO,dll). Penggunaannya: elemen pemanas, semikonduktor, komponen turbin, dan pada bidang medis.
2.3 Bahan-bahan Keramik
Mineral:
- Ambligonit
- Dolomit (CaMg(CO3)2)
- Andalusit (Al2O3.SiO2)
- Felspar
- Anhidrit (CaSo4)
- Florspar
- Apatit
- Halosit (Al2O3.2SiO2.xH2O)
- Badeleyit
- Nephelin (K2O.3Na2O.4Al2O3.9SiO2)
- Bola lempung (Ball Clay)
- Nephelin sienit
- Barit (BaSO4)
- Potas (K­2O­)
- Bauksit
- Piropilit (Al2O3.4SiO2.H2O)
- Bentonit (Al2O3.5SiO2.7H2O)
- Rutil (TiO2)
- Beril (3BeO.Al2O3)
- Silimanit (Al2O3.SiO2)
- Lempung (clay)
- Talek (3MgO.SiO2.H2O)
- Kaolin (Al2O3.2SiO2.2H2O)
- Wolastonit (CaSiO3)
- Diatomit
- Zeolit
Oksida Sederhana
- Alumina (Al2O3)
- Hafnium Oksida
- Besi Oksida (Fe2O4)
- Aluminium Titanat (Al2O3.TiO2)
- Antimoni Oksida
- Timbel Oksida
- Barium Ferit
- Timbel Titanat
- Barium Titanat
- Lithium Oksida
- Berilium Oksida
- Magnesium Oksida
- Bismut Oksida
- Silikon Oksida
- Thorium Oksida
- Kalsium Titanat (batu gamping)
- Kalsium Oksida
- Timah Oksida
- Kromium Oksida
- Titanium Oksida
- Germanium Oksida

Oksida Komplek dan Silikat
- Kalsium Aluminat Semen
- Kordirit (2MgO.2Al2O3.5SiO2)
- Natrium Silikat (Na2O.xSiO2)
- Natrium Fosfat (Na4P2O7 = sodium fosfat)
- Forsterit (2MgO.SiO2)
- Spinel (MgO.Al2O3)
- Hidrosiapatit (Ca(PO4)3OH)
- Spodumen (Li2O.Al2O3.4SiO2)
- Magnesium Fosfat (Mg2P2O8)
- Keramik Superkonduktor (YBa2Cu3O7)
- Mulit (3Al2O3.2SiO2)
- Strontium Titanat (SrTiO3)
Non Oksida (Karbida, Nitrida, Borida, logam senyawa (intermetallics) dll)
  • Boron karbida (B4C)
  • Kromium Karbida (Cr23C6, Cr7C3, Cr3C2)
  • Silikon Karbida (SiC)
  • Titanium Karbida (TiC)
  • Aluminium Nitrida (AlN)
  • Boron Nitrida (BN)
  • Silikon Nitrida (Si3N4)
  • Sialon (Si3N4.Al2O3.AlN)
  • Titanium Borida (TiB2)
Penambah (additives)
- Antimoni Sulfat (Sb2S3)
- Tembaga Oksida (Cu2O, CuO)
- Arsenik Oksida (As2O3)
- Deflokulan (dispersants)
- Pengikat (binders)
- Pelumas (lubricants)
- Serium Oksida (CeO2)
- Mangan Oksida (MnO)
- Asam Sitrat (C6H8O7)
- Polietilin Glikol
- Tembaga Karbonat (CuCo3.Cu(OH)2)
- Natrium Karbonat (Na2CO3, abu soda)
- Kobalt Oksida (Co2O3, CoO)

Lain-lain
- Barium karbonat (BaCO3)
- Enamel gelas
- Barium Aluminat (3BaO.Al2O3)
- Timbel Karbonat (2PbCO3.Pb(OH)2)
- Glasur
- Abu Tulang (4Ca3(PO4)2.CaCO3)
- Grog
- Gipsum (CaSO4.0,5H2O)
- Frit
- Litium Karbonat (Li2CO3)
- Flin (SiO2)
- Magnesium Karbonat (MgCO3)
- Fluk
- Sriolit (Na3AlF6)
Non Oksida (Karbida, Nitrida, Borida, logam senyawa (intermetallics) dll)
  • Boron karbida (B4C)
  • Kromium Karbida (Cr23C6, Cr7C3, Cr3C2)
  • Silikon Karbida (SiC)
  • Titanium Karbida (TiC)
  • Aluminium Nitrida (AlN)
  • Boron Nitrida (BN)
  • Silikon Nitrida (Si3N4)
  • Sialon (Si3N4.Al2O3.AlN)
  • Titanium Borida (TiB2)
Penambah (additives)
- Antimoni Sulfat (Sb2S3)
- Tembaga Oksida (Cu2O, CuO)
- Arsenik Oksida (As2O3)
- Deflokulan (dispersants)
- Pengikat (binders)
- Pelumas (lubricants)
- Serium Oksida (CeO2)
- Mangan Oksida (MnO)
- Asam Sitrat (C6H8O7)
- Polietilin Glikol
- Tembaga Karbonat (CuCo3.Cu(OH)2)
- Natrium Karbonat (Na2CO3, abu soda)
- Kobalt Oksida (Co2O3, CoO)

Lain-lain
- Barium karbonat (BaCO3)
- Enamel gelas
- Barium Aluminat (3BaO.Al2O3)
- Timbel Karbonat (2PbCO3.Pb(OH)2)
- Glasur
- Abu Tulang (4Ca3(PO4)2.CaCO3)
- Grog
- Gipsum (CaSO4.0,5H2O)
- Frit
- Litium Karbonat (Li2CO3)
- Flin (SiO2)
- Magnesium Karbonat (MgCO3)
- Fluk
- Sriolit (Na3AlF6)
Mineralogi Keramik
Keramik secara tradisional berdasar pada mineral oksida, atau mineral-mineral lain dimana dapat berubah menjadi oksida-oksida luluh, seperti hidroksida, karbonat, sulfida, halida, phospatat dll. Mineral-mineral ini merupakan gabungan dari sebagian besar unsur yang ada dipermukaan bumi ini. Bagaimanapun juga, berkenaan dengan keunggulan oksigen dalam kerak bumi, hampir setengah unsur yang telah dikenali terjadi secara normal sebagai oksida, biasanya oksida kompleks seperti silikat. Struktur silikat meliputi sejumlah besar unsur-unsur dalam tabel periodik. Jadi, kita dapat secara nyata mengatakan bahwa “ separo dari dunia ini adalah keramik…”
Deret unsur-unsur relatif besar dimana sering terdapat dalam keramik meliputi: O, Al, Si, Ca, Mg, Ti, Na, K. Hal ini menarik untuk dicatat, bahwa beberapa keramik penting menunjukkan konsentrasi yang agak tinggi pada air laut. Sungguh, sebagian besar MgO dengan kemurnian tinggi (suatu bahan tahan api yang penting) sekarang ini disediakan dari air laut. Bagaimanapun juga, sebagian besar mineral penting dalam keramik berasal dari transformasi batu beku dari perapian (igneous rock), seperti halnya granit atau basal dimana kristal terbentuk dari magma (siapa tahu lumpur lapindo merupakan bahan baku keramik maju yang tersedia…). Batu-batu ini adalah silikat kompleks, dimana komposisi dapat menggambarkan kandungan dari oksida biner sederhana seperti silika, alumina, alkali dll.
Silika, oksida yang relatif besar di Bumi (62% berat dari kerak kontinental Bumi) adalah dasar dari klasifikasi ini. Batu dengan proporsi SiO2 yang tinggi (dan biasanya mengandung alumina yang tingi – dimana merupakan komponen kedua terbesar di kerak Bumi, mengandung 16% berat) dikenal dengan nama asidik (acidic), dan dengan silika rendah (dan biasanya mengandung magnesia yang tinggi {[3,1% dari kerak bumi] dan/atau kalsia [5,7% dari kerak bumi]): didefinisikan sebagai dasar. Alumina agak tidak umum dalam batuan dasar, dan sebaliknya: magnesia adalah tidak umum dalam batuan asidik. Hal ini sangat menguntungkan untuk produksi bahan tahan api khususnya: kontaminasi silang dari batuan dasar dan asidik akan menyebabkan kehilangan ketahanan api yang signifikan, yaitu secara signifikan menurunkan titik lebur yang mengkontaminasi bahan. Kristalisasi dari batuan beku dari perapian menjadikan formasi dari silikat dan mineral-mineral lain penting dalam pemrosesan keramik. Istimewanya, hal ini dipercaya dimana kerusakan dari beberapa silikat, diikuti dengan sedimentasi, membentuk formasi mineral tanah liat.
Bahan baku dasar untuk keramik tradisional termasuk lempung, silika SiO2, dan Fledspars (K, Na) AlSi3O8, dan beberapa industri kimiawi lain. Tidak ada mineral-mineral yang digunakan dalam pemrosesan tradisional keramik dapat diperlakukan sebagai “komposisi tetap”. Yaitu, mereka tidak mempunyai komposisi yang diberikan oleh formula kimia. Sebagai contoh, kandungan silika pada lepung Kaolin secara umum bervariasi pada 45% berat sampai 50% berat, dan alumina 35 % berat sampai 40% berat. Keseimbangan dipengaruhi oleh komponen yang mudah menguap (air dan organiks), dari 10% berat sampai 15% berat. Jumlah ini dapat dibandingkan dengan formula kimiawi ideal dari mineral-mineral silikat terpilih berikut:
Mineral Formula Kimia Ideal
Kaolinit Al2(Si2O5)(OH)4
Halosit Al2(Si2O5)(OH)4 2H2O
Piropillit Al2(Si2O5)2(OH)2
Monmorilonit (Al1,67 Na0,33 Mg0,33)(Si2O5)2(OH)2
Mika Al2K(Si1.5Al0,5)2 (OH)2
Ilit Al2-xMgxK-1-x-y(Si1,5-yAl0.5+YO5)2(OH)2
II.  Sifat-sifat keramik
Secara umum kramik merupakan paduan antara logam dan non logam , senyawa paduan tersebut memiliki ikatan ionik dan ikatan kovalen . untuk lebih jelasnya mengenai sifat-sifat kramik berikut ini akan dijelaskan lebih detail.
a. Sifat Mekanik
Keramik merupakan material yang kuat, keras dan juga tahan korosi. Selain itu keramik memiliki kerapatan yang rendah dan juga titik lelehnya yang tinggi. Keterbatasan utama keramik adalah kerapuhannya, yakni kecenderungan untuk patah tiba-tiba dengan deformasi plastik yang sedikit. Di dalam keramik, karena kombinasi dari ikatan ion dan kovalen, partikel-partikelnya tidak mudah bergeser.
Faktor  rapuh terjadi bila pembentukan dan propagasi keretakan yang cepat.Dalam padatan kristalin, retakan tumbuh melalui butiran (trans granular) dan sepanjang bidang cleavage (keretakan) dalam kristalnya. Permukaan tempat putusyang dihasilkan mungkin memiliki tekstur yang penuh butiran atau kasar. Material yang amorf tidak memiliki butiran dan bidang kristal yang teratur, sehingga permukaan putus kemungkinan besar terjadi. Kekuatan tekan penting untuk keramik yang digunakan untuk struktur seperti bangunan. Kekuatan tekan keramik biasanya lebih besar dari kekuatan tariknya. Untuk memperbaiki sifat ini biasanya keramik di-pretekan dalam keadaan tertekan
b. Sifat Termal
Sifat termal bahan keramik adalah kapasitas panas, koefisien ekspansitermal, dan konduktivitas termal. Kapasitas panas bahan adalah kemampuan bahan untuk mengabsorbsi panas dari lingkungan. Panas yang diserap disimpan olehpadatan antara lain dalam bentuk vibrasi (getaran) atom/ion penyusun padatantersebut.
Keramik biasanya memiliki ikatan yang kuat dan atom-atom yang ringan. Jadigetaran-getaran atom-atomnya akan berfrekuensi tinggi dan karena ikatannya kuat maka getaran yang besar tidak akan menimbulkan gangguan yang terlalu banyak padakisi kristalnya.
Sebagian besar keramik memiliki titik leleh yang tinggi, artinya walaupun pada temperatur yang tinggi material ini dapat bertahan dari deformasi dan dapat bertahan dibawah tekanan tinggi. Akan tetapi perubahan temperatur yang besar dan tiba-tiba dapat melemahkan keramik. Kontraksi dan ekspansi pada perubahan temperatur tersebutlah yang dapat membuat keramik pecah.
c.  Sifat elektrik
Sifat listrik bahan keramik sangat bervariasi. Keramik dikenal sangat baik sebagai solator. Beberapa isolator keramik (seperti BaTiO 3) dapat dipolarisasi dan digunakan ebagai  kapasitor.  Keramik  lain  menghantarkan  elektron  bila  energi  ambangnya dicapai, dan oleh karena itu disebut semikonduktor. Tahun 1986, keramik jenis baru, yakni superkonduktor temperatur kritis tinggi ditemukan. Bahan jenis ini di bawah suhu  kritisnya  memiliki  hambatan  = 0.  Akhirnya,  keramik  yang  disebut  sebagai piezoelektrik  dapat  menghasilkan  respons  listrik  akibat  tekanan  mekanik  atau sebaliknya.
Elektron valensi dalam keramik tidak berada di pita konduksi,sehingga sebagian besar keramik adalah isolator. Namun, konduktivitas keramik dapat ditingkatkan dengan memberikan ketakmurnian. Energi termal juga akanmempromosikan elektron ke pita konduksi, sehingga dalam keramik, konduktivitasmeningkat (hambatan menurun) dengan kenaikan suhu.
Beberapa keramik memiliki sifat piezoelektrik, atau kelistrikan tekan. Sifat ini merupakan bagian bahan “canggih” yang sering digunakan sebagai sensor. Dalambahan piezoelektrik, penerapan gaya atau tekanan dipermukaannya akan menginduksipolarisasi dan akan terjadi medan listrik, jadi bahan tersebut mengubah tekananmekanis menjadi tegangan listrik. Bahan piezoelektrik digunakan untuk tranduser,yang ditemui pada mikrofon, dan sebagainya.
Dalam bahan keramik, muatan listrik dapat juga dihantarkan oleh ion-ion. Sifat ini dapat diubah-ubah dengan merubah komposisi, dan merupakan dasar banyakaplikasi komersial, dari sensor zat kimia sampai generator daya listrik skala besar.Salah satu teknologi yang paling prominen adalah sel bahan bakar.
d.  Sifat Optik
Bila cahaya mengenai suatu obyek cahaya dapat ditransmisikan, diabsorbsi, ataudipantulkan. Bahan bervariasi dalam kemampuan untuk mentransmisikan cahaya, danbiasanya dideskripsikan sebagai transparan, translusen, atau opaque. Material yang transparan, seperti gelas,mentransmisikan cahaya dengan difus, seperti gelasterfrosted, disebut bahan translusen. Batuan yang opaque tidak mentransmisikan cahaya.Dua mekanisme penting interaksi cahaya dengan partikel dalam padatan adalahpolarisasi elektronik dan transisi elektron antar tingkat energi. Polarisasi adalahdistorsi awan elektron atom oleh medan listrik dari cahaya. Sebagai akibat polarisasi,sebagian energi dikonversikan menjadi deformasi elastik (fonon), dan selanjutnya panas.
e. Sifat kimia
Salah  satu  sifat  khas  dari  keramik  adalah  kestabilan  kimia.  Sifat  kimia  dari permukaan keramik dapat dimanfaatkan secara positif. Karbon aktif, silika gel, zeolit, dsb, mempunyai luas permukaan besar dan dipakai sebagai bahan pengabsorb. Kalau oksida logam dipanaskan pada kira-kira 500 C, permukaannya menjadi bersifat asam atau bersifat basa. Alumina g , zeolit, lempung asam atau S 2O 2 – TiO 2 demikian juga berbagai oksida biner dipakai sebagai katalis, yang memanfaatkan aksi katalitik dari titik bersifat asam dan basa pada permukaan.
f. Sifat fisik
Sebagian besar keramik adalah ikatan dari karbon, oksigen atau nitrogen dengan material lain seperti logam ringan dan semilogam. Hal ini menyebabkan keramik biasanya memiliki densitas yang kecil. Sebagian keramik yang ringan mungkin dapat sekeras logam yang berat. Keramik yang keras juga tahan terhadap gesekan. Senyawa keramik yang paling keras adalah berlian, diikuti boron nitrida pada urutan kedua dalam bentuk kristal kubusnya. Aluminum oksida dan silikon karbida biasa digunakan untuk memotong, menggiling, menghaluskan dan menghaluskan material-material keras lain.

IV. Teknik pemerosesan keramik
a.      Pembubukan
Bahan-bahan dasar keramik umumnya berbentuk bubukan. Bahan dasar tersebut dapat diperoleh dengan metode konvensional atau non konvensional. Metode konvensional misalnya kalsinasi; yaitu menguraikan suatu bahan  padatan menjadi beberapa bagian yang lebih sederhana; Milling yaitu menggiling atau menghaluskan bahan; mixing yaitu mencampurkan beberapa bahan menjadi satu bahan. Sedangkan metode nonkonvensional misalnya teknik larutan sepaerti metode sol-gel, metode fase uap, atau dekomposisi garam. Dalam proses pembubukan tersebut , seringkali harus ditambahkan bahan penstabil agar suhu dapat diturunkan atatu bahan organik yang berfungsi sebagai pengikat atau pelunak bubukan sehingga mudah dibentuk.
b.      Pembentukan
Metode pembentukan ini bermacam-macam, misalnya metode pres isostatik dan aksial; metode cetak lepas, yaitu dicetak hingga kering lalu dilepas; metode cetak balut yaitu bahn dibiarkan tetap berada daalm cetakn atau cetak injeksi yaitu bahan dimasukan ke dalam cetakan dengan cara diinjeksikan ke dalamnya.
c.       Penekanan
Penekanan atau disebut juga kompaksi dilaukan untuk membentuk serbuk keramik menjadi suatu bentuk padatan berupa pelet mentah. Pelet mentah adalah serbuk yang telah menjadi bentuk padat tetapi belum disinter. Prosedur dasar penekanan dibagi menjadi 3 yaitu:
·         Uniaxial
Serbuk dibentuk dalam cetakan logam dengan penekanan satu arah. Penenkanan ini dapat memproduksi banyak pelet dan tidak mahal dibanding metode lain. Berdasarka cara kerjanya, penekanan ini dibagi menjadi 3 yaitu : single action uniaxial pressing, double action uniaxial pressing, dan uniaxial pressing with a floating mould or die.
·         Isostatik: Penekanan serbuk dilakukan dengan menggunakan cairan.
·         Hot pressing:Penekanan dilakukan secar simultan denga perlakuan panas pada serbuk.
d.      Sintering
Sintering adalah metode pemanasan yang dilakukan terhadap suatu material ( biaasnya dalam bentuk serbuk) pada suhu dibawah titik lelehnya sehingga menjadi bentuk padatan . Serbuk berubah menjadi padatan karena pada suhu tersebut partikel-partikel akan saling melekat. Setelah disintering bentuk porositas berubah cenderung berbrntuk bola. Selain itu semakin lama dipanaskan bentuk pori akan semakin kecil. Karena itu ukuran sampel yang telah disinter akan semakin kecil juga.
Sintering terbagi menjadi 2 jenis, yaitu berdassarkan ada tidaknya fase cair selama proses sintering. Sintering yang terjadi disertai adanya fase cair disebut sintering fase cair, dan sintering yang terjadi tanpa fase cair disebut sintering padat. 
Tahap sintering dilakukan untuk memadat kompakan bahan, yang sudah dicetak dan dikeringkan dengan suhu tinggi.
e.       Anneling dan Aging
Anealing adalah proses pemanasan yang lebih rendah dari sebelumnya. Dengan maksud agar parameter dan sifat yang diinginkan mencapai optimum. Sedangkan aging adalah proses pendinginan selama beberapa waktu tertentu.
f.        Tahap akhir
Pada tahap ini, bahan keramik dikenakan berbagai perlakuan akhir sehingga sipa dipalikasika sesuai dengan sifat bahan yang diinginkan. Perlakuan tersebut misalnya mengasah, memoles, memberi lapisan logam, memberi mantel untuk perlindungan dan lain-lain.
Secara bagan proses pembuatan bahan keramik adalah :
Proses pembubukan atau penghalusan –> Pembentukan –> Pengeringan —> sintering –> anealing dan aging –> Aplikasi akhir.

• Keramik
Keramik adalah senyawa yang mengandung unsur logam dan non-logam logam yang lebih sering muncul dalam bentuk oxide, nitride, dan carbide. Banyak sekali contoh material keramik, mulai dari semen pada beton (bahkan batuan), gelas, isolator listrik, dan magnet permanen. Secara tipikal material ini tahan terhadap listrik dan panasa, dan lebih tahan terhadap temperatur tinggi dan lingkungan yang buruk dibandingkan dengan logam dan polimer. Selain itu keramik memiliki sifat keras namun mudah pecah.
Berbagai aplikasi keramik

Geen opmerkings nie:

Plaas 'n opmerking